WEB 1.0
|
WEB 2.O
|
WEB 3.0
|
Dirancang untuk mengakses infromasi yang interaksinya hanya satu arah
|
dirancang untuk mengakses informasi dengan interaksi dua arah
|
Aplikasi – aplikasi online dalam website dapat saling berinteraksi
|
memiliki sifat Read
|
Bersifat Write and Read
|
Visual Berbasis 3D
|
Bersifat interaktif
|
Internet sebagai platform
|
adanya web service
|
mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya
|
pengguna internet dapat melihat konten suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan
|
terjadi konvergensi yang sangat dekat antara dunia TI dengan dunia telekomunikasi
|
Pelaku utama Perusahaan yang memiliki web saja
|
Pelaku utama Perusahaan, dan Pengguna/Komunitas
|
membutuhkan kecepatan akses Internet yang memadahi dan spesifikasi komputer yang agak tinggi
|
Sumber konten Penerbit/pemilik situs Pengguna
|
Kemampuan dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat, voice dapat dilakukan layaknya aplikasi desktop
|
Dapat mengakses internet melalui gadget lain selain komputer.
|
Rabu, 28 Maret 2018
Perbedaan versi Web Sience
Sejarah WEB SCIENCE
Web sekarang ini telah berkembang dari ide dan
konsep yang dicetuskan oleh Tim Berners-Lee, seorang peneliti pada CERN
Particle Physics Lab di Jenewa, Swiss. Pada tahun 1989 Berners-Lee merumuskan
suatu proposal tentang sebuah system hypertext yang memiliki tiga komponen
sebagai berikut:
1.
Antarmuka
yang menyediakan akses terhadap berbagai jenis dokumen dan protokol.
2.
Akses
informasi yang universal. Setiap pengguna harus dapat mengakses setiap
informasi yang tersedia.
3.
Antarmuka
yang konsisten untuk semua platform. Antarmuka ini harus menyediakan akses yang
dapat digunakan oleh berbagai jenis komputer.
Perkembangan selanjutnya dari konsep
Berners-Lee ini melahirkan Mosaic, sebuah web browser grafis
yang pertama. Web memiliki banyak kemungkinan hubungan antar dokumen tanpa awal
dan akhir.
awal tahun
1980 telah dikenal sebuah teknologi informasi dan komunikasi khususnya dalam
bidang website. Pada tahun itu sangat membantu dalam komunikasi antar manusia
di dunia karena dalam website tersebut user bisa melihat informasi yang
ditampilkan oleh pemilik website. Informasi yang berupa tulisan dapat diakses
dari seluruh dunia.
Website yang kita
kenal sekarang ditemukan oleh Sir Timothy John “Tim” Berners-Lee. Beliau
bekerja di European Laboratory for Particle Physics (CERN). Sekitar bulan Maret
1989, “Tim” mengusulkan suatu protokol sistem distribusi di internet untuk
pertukaran informasi di internet. Akhirnya situs web pertama diluncurkan
pertama kali pada tanggal 6 Agustus 1991 dengan situs http://info.cern.ch/
Sejarah web juga berkaitan dengan sejarah perkembangan
teknologi komputer. Karena pada awalnya tampilan web masih sangatlah sederhana,
hanya menampilkan teks, lalu untuk hyperlink (link) pada saat itu masih
menggunakan tampilan nomor yang menghubungkan antara satu halaman ke halaman
lainnya.Dalam situs web biasanya
ditempatkan pada server web. Sebuah server web umumnya telah dilengkapi dengan
perangkat-perangkat lunak khusus untuk menangani pengaturan nama ranah, serta
menangani layanan atas protokol HTTP yang disebut sebagai Server HTTP (bahasa
Inggris: HTTP Server) seperti Apache HTTP Server, atau Internet Information
Services (IIS).
WEB SCIENCE
Web
Science merupakan salah satu penjabaran dari dua arti yang berbeda, yaitu web
dan science. Website atau situs diartikan sebagai kumpulan halaman yang
menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi,
suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun
dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana
masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink).
Science adalah segala
sesuatu yang berhubungan dengan sumber ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat
bagi kehidupan manusia dan seluruh isinya. Dengan kata lain, science itu
sendiri merupakan kumpulan ilmu pasti yang memberikan makna tersendiri bagi
yang mempelajarinya.
Web Science dapat disimpulkan yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan
ilmu pengetahuan yang diperoleh dari sumber yang akurat dan dapat di unduh dari
dunia maya tanpa kita harus menuju ke sumber informasi yang ada di informasi
yang ingin kita cari, sehingga memudahkan kita untuk memperoleh informasicontoh dari web science:
referensi:
https://alentriana.wordpress.com/2016/04/20/contoh-situs-web-science/
https://rizkafebrila.wordpress.com/2016/03/25/apa-itu-web-science/
Sabtu, 13 Januari 2018
Solusi
mengurangi kesenjangan digital
1. Langkah
yang terbaik untuk mengurangi kesejangan digital adalah menyiapkan
masyarakat untuk bisa menangani, menerima, menilai, memutuskan dan memilih
informasi yang tersedia. Penyiapan kondisi psikologis bagi masyarakat untuk
menserima, menilai, memutuskan dan memilih informasi bagi diri mereka sendiri
akan lebih efektif dan mendewasakan masyarakat untuk bisa mengelola informasi
dengan baik. Dengan kemajuan teknologi informasi seseorang atau masyarakat akan
mendapat kemudahan akses untuk menggunakan dan memperoleh informasi. Misalnya dengan
mengadakan penyuluhan kesekolah-sekolah tentang penggunaan Internet.
2. Pembangunan
fasilitas telekomunikasi antara kota dan desa, sehingga setiap
masyarakat yang ingin mengakses informasi dapat tercapai dengan tersedianya
fasilitas telekomunikasi yang memadai. Wartel dan Warnet memainkan peranan
penting dalam mengurangi digital divide. Warung Telekomunikasi dan Warung
Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan
internet, baik di daerah kota maupun desa.
3. Jaringan
yang cukup memadai agar masyarakat dengan mudah bisa mengakses internet.
4.
Mengetahui sisi baik dan buruk dari kemajuan teknologi ini dengan mempelajari
sedikit demi sedikit tentang teknologi agar tidak terjadi penyalahgunaan
teknologi.
Ruang publik Digital
Teknologi
merupakan suatu perubahan budaya dikalangan masyarakat yang bisa dibilang cukup
pesat. Contohnya saja, dahulu ketika ingin berkomunikasi harus menggunakan
surat sebagai penyampai pesan, namun sekarang hanya dengan SMS ataupun aplikasi
pesan kita dengan mudah bisa mengirim pesan. Hal ini tentu menjadi pilihan
utama bagi masyarakat milenial, dengan adanya teknologi ini bisa
mempermudah interaksi antara orang yang satu dan yang lain.
Namun
terdapat dampak negative dengan kemajuan teknologi ini, yaitu menjadikan kita
orang-orang yang konsumtif dalam berbagai hal. Contohnya jika anda berbelanja
sesuatu, saat ini anda tinggal duduk manis sambal memilih item yang ingin anda
beli cukup dengan menggunakan smartphone sebagai penyedia aplikasi belanja tersebut.
Berbeda halnya dengan jaman dahulu, dimana jika kita ingin membeli sesuatu
harus pergi ke took atau pasar tertentu untuk mendapatkan barang yang kita
inginkan. Nah, sifat konsumtif inilah yang harus dibatasi, karena jika
dibiarkan terus menerus akan membentuk karakter yang malas, inginnya dirumah
saja selagi santai menyantap kopi.
Publik Tradisional
Publik
Tradisional adalah sekumpulan orang atau golongan yang saling berhubungan dekat
dengan menjungjung tinggi nilai adat istiadat atau cara pandang terdahulu yang
dipegang teguh dari para leluhur. Orang-orang ini biasanya lebih mengutamakan
kebersamaan antar sesama, salah satunya sikap gotong royong sangat melekat
dengan kebudayaan Indonesia. Namun, sikap gotong royong tersebut telah tergerus
oleh jaman, apalagi semenjak adanya teknologi yang semakin pesat membuat
orang-orang lebih memiih hidup individualis juga konsumtif.

Gambar diatas
merupakan contoh jual beli di pasar tradisional yang dilakukan masyarakat untuk
memenuhi kebutuhan dapur.
Demokrasi Digital
Demokrasi digital
Demokrasi
digital secara sederhana adalah aktivitas politik yang menggunakan saluran
digital, terutama web 2.0, sebagai bentuk partisipasi politik atau penggalangan
dukungan publik (Wilhem, 2003).
Demokrasi
digital memiliki beberapa sifat di antaranya adalah: sifatnya yang interaktif;
proses interaktif mengandaikan adanya komunikasi yang bersifat resiprokalitas,
semua warga negara bisa berdialog secara interaktif.
Lalu lewat
demokrasi digital juga dijamin Kebebasan berbicara; sehingga pengguna
internet atau teknologi informasi dapat mengekspresikan dirinya tanpa
kontrol yang signifikan dari penguasa. Setiap warga negara misalnya bisa secara
diskursif mengetengahkan gagasan-gagasannya yang paling gila sekalipun. Selain
itu terbentuknya komunitas virtual yang peduli terhadap kepentingan publik dan
komunikasi global yang tidak terbatas pada satu negara-bangsa. Lewat
demokrasi digital juga informasi atau kajian politik dapat
diproduksi secara bebas dan disebarkan ke ruang publik virtual untuk diuji.
Grossman menulis tentang sinergi antara media
(web 2.0) dan demokrasi yang mewujud dalam demokrasi digital (digital
democracy)
Langganan:
Postingan (Atom)
