Kamis, 23 April 2020

Menumbuhkan Semangat Belajar Dalam Kondisi Mewabahnya Virus Corona


Menumbuhkan Semangat Belajar Dalam Kondisi Mewabahnya Virus Corona

Dengan kondisi wabah virus Corona (Covid-19) tengah menyerang seperti sekarang ini, kompetensi akademik bukanlah menjadi prioritas lagi. Justru yang menjadi prioritas ialah kompetensi untuk bertahan hidup dan saling mengingatkan agar selalu menjaga kebersihan diri serta lingkungan. sebaiknya belajar secara online itu bisa dimanfaatkan tenaga pengajar sebagai kesempatan menumbuhkan rasa ingin tahu anak, memotivasi, mempererat hubungan dan saling membahagiakan.
Libur kampus atau sekolah bukan berarti bisa berleba-leha. situasi yang terjadi bahwa kampus dan sekolah tetap berlangsung dan hanya dipindahkan ke rumah. Oleh karena itu, buat lah jadwal yang teratur seperti kegiatan di kampus. Jadwal ini bisa mengikuti jadwal belajar mahasiswa di kampus atau membuat jadwal belajar baru yang lebih fleksibel
Belajar jarak jauh di rumah berarti orang tua atau pengasuh memiliki peran penting untuk memantau kegiatan anak di rumah selama sekolah diliburkan. Jika tidak bisa menerapkan sistem belajar jarak jauh, anak bisa tertinggal dibandingkan siswa lainnya saat sekolah mulai kembali dilakukan dengan normal.
situasi yang terjadi saat ini pada teman kalian mengenai social distancing dan aktivitas di rumah.  pemahaman bahwa tetap harus belajar di rumah. belajar di rumah merupakan salah satu bentuk pencegahan penularan virus corona. Tempat ramai seperti sekolah dan juga ruang publik lainnya dapat meningkatkan potensi penularan virus
Buat suasana yang nyaman untuk bekerja dan belajar di rumah. Beraktivitas di rumah berarti memiliki kebebasan dan keleluasaan untuk bereksplorasi. Orang tua bisa mengajak anak belajar di ruang keluarga atau pekarangan rumah untuk mendapatkan udara yang terbuka.
Saat ini Indonesia masih dalam masa krisis. Penanganan masa krisis inilah yang akan menentukan apakah jumlah kasus positif corona akan terus naik atau terkendali. Indonesia mungkin memiliki banyak pengalaman penanganan bencana alam. Tetapi menangani bencana non alam seperti virus corona, Indonesia pemula. Meskipun pada masa Hindia-Belanda pernah mendapat bencana serupa akibat wabah flu Spanyol, faktanya sejarah kesehatan tidak lebih menarik dibanding sejarah politik.

Sikap saling percaya diperlukan untuk mengatasi bencana corona. Saling percaya diperlukan baik antarmasyarakat maupun dengan pengambil kebijakan. Masyarakat harus percaya dengan skema kebijakan penanggulangan bencana corona pemerintah, dengan tetap berpikir kritis. Percaya ketika diminta untuk tetap di rumah, bekerja di rumah, meniadakan kegiatan ramai, tidak berkerumun, dan sebagainya untuk mencegah penyebaran virus secara masif.

Tanpa kepercayaan publik, upaya pemerintah mengatasi bencana corona akan sia-sia. Begitu juga sebaliknya, pemerintah mesti percaya bahwa masyarakat juga tidak tinggal diam. Masyarakat ikut membantu, baik sekadar mengikuti anjuran pemerintah, maupun membantu mengatasi kekurangan perlengkapan dan kebutuhan yang belum mampu dicukupi pemerintah. Misalnya kebutuhan tenaga medis, masker, hand sanitizer, bahan makanan, dan lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar